Raytheon Mengonfirmasi Kompatibilitas Rudal AMRAAM-ER dengan NASAMS Australia

19 September 2026

Rudal AMRAAM-ER kompatibel dengan sistem NASAMS Australia (photo: Raytheon)

Raytheon Australia, anak perusahaan RTX, telah menyatakan bahwa rudal AIM-120 *Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile* varian jarak jauh (*extended range* atau AMRAAM-ER) kompatibel dengan sistem *National Advanced Surface-to-Air Missile System* (NASAMS) milik Australia.

Dalam siaran pers yang diterbitkan pada 16 September untuk mengumumkan pencapaian kemampuan operasional penuh (*Final Operational Capability* atau FOC) NASAMS, Raytheon menyatakan, "Konfigurasi Australia ini dikembangkan berdasarkan sistem dasar dengan penyesuaian untuk lingkungan operasi dan kebutuhan misi setempat, serta mengintegrasikan teknologi radar rancangan Australia."

Raytheon menyebutkan bahwa varian NASAMS Australia mencakup rangkaian efektor yang terdiri dari AIM-9X Sidewinder, AIM-120 *Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile* (AMRAAM), dan AMRAAM-ER.

Angkatan Darat Australia pertama kali menembakkan AIM-120 AMRAAM dari NASAMS pada November 2023 dan kemudian melakukan uji tembak langsung AIM-9X Sidewinder dalam kegiatan sertifikasi di Woomera Test Range pada Mei 2025. Siaran pers Raytheon tanggal 16 September tersebut merupakan pengumuman publik pertama yang mengidentifikasi AMRAAM-ER sebagai bagian dari rangkaian efektor dalam konfigurasi NASAMS Australia.

Menurut Raytheon, konfigurasi NASAMS Australia mencakup radar buatan dalam negeri dari CEA Technologies, *Fire Distribution Centre* (FDC) dari Kongsberg, peluncur *High Mobility Launcher* buatan Raytheon yang dipasang pada kendaraan Hawkei, serta sistem darat multispektral buatan Raytheon Australia.

Pengumuman Raytheon ini menyusul pengumuman terpisah dari Departemen Pertahanan (DoD) Australia pada 9 September 2026. DoD menyatakan bahwa NASAMS telah mencapai FOC, memenuhi "seluruh persyaratan untuk layanan operasional", dan siap mendukung operasi Angkatan Pertahanan Australia (ADF).

NASAMS diadakan melalui program Pertahanan Udara Berbasis Darat Jarak Pendek (*Short-Range Ground-Based Air Defence* atau SRGBAD) Australia dan menjadi lapisan terdalam dalam jaringan pertahanan udara dan rudal terintegrasi ADF. 



from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/OcYbe5C
via IFTTT