Latihan Penembakan Senjata Taktis oleh Komando Pertahanan Udara dan Penjaga Pantai AL Thailand

02 Mei 2026

Komando Pertahanan Udara dan Penjaga Pantai Angkatan Laut Kerajaan Thailand (ACDC) melaksanakan penembakan senjata taktis malam hari (photos: RTN) 

Pada tanggal 28 April 2026, Laksamana Pairoj Fuengchan, Panglima Angkatan Laut Kerajaan Thailand, bersama dengan komandan angkatan laut senior, memeriksa latihan penembakan senjata taktis Komando Pertahanan Udara dan Penjaga Pantai (ACDC) di lapangan tembak Haad Yao Thung Prong, Distrik Sattahip, Provinsi Chonburi.


Mereka disambut oleh Laksamana Suchart Thammapitakvech, Wakil Panglima Angkatan Laut Kerajaan Thailand dan Direktur Latihan Angkatan Laut Kerajaan Thailand 2026, dan Laksamana Muda Et Yuwanangkoon, Komandan Komando Pertahanan Udara dan Penjaga Pantai.

Latihan ini merupakan bagian dari Latihan Lapangan/Laut (FTX) Latihan Angkatan Laut Kerajaan Thailand 2026, yang bertujuan untuk menguji kesiapan personel dan peralatan dalam latihan penembakan senjata taktis baik siang maupun malam hari.


Latihan ini mencakup pergerakan pasukan dan penembakan senjata taktis di malam hari, operasi taktis di tingkat kompi dan peleton, serta pelatihan penembakan artileri anti-pesawat. Latihan ini mencakup penembakan rudal anti-pesawat jarak dekat IGLA-S ke target pesawat simulasi yang bergerak cepat. 


Latihan penembakan taktis ini melibatkan perpindahan posisi penembakan untuk menghindari serangan, melakukan pengamatan target, menganalisis dampak peluru, dan menyesuaikan tembakan menggunakan sistem pengawasan yang ada bersamaan dengan kendaraan udara atau kendaraan udara tak berawak (UAV), serta sistem anti-UAV. Hal ini untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan untuk operasi dunia nyata dalam hal personel, peralatan, dan taktik, sebagai respons terhadap konflik perbatasan.


Urutan pelatihan meliputi: penembakan meriam anti-pesawat 40/70 mm (2 dudukan) dengan sistem kontrol tembakan Flycatcher; penembakan rudal berpemandu IGLA-S ke target pesawat simulasi yang diberi suar; penembakan meriam anti-pesawat 37 mm ke target pesawat yang diterangi LED; penembakan meriam anti-pesawat 37 mm ke target permukaan;


Latihan ini meliputi penembakan meriam 130 mm ke sasaran darat menggunakan sistem pengawasan dan UAV untuk penunjuk sasaran; penembakan darurat dengan meriam 155 mm; dan penghancuran sasaran secara terus menerus serta penarikan diri dari posisi penembakan.


Ini adalah bagian dari latihan tahunan Angkatan Laut Kerajaan Thailand. Latihan ini dianggap sebagai latihan terpenting Angkatan Laut Kerajaan Thailand, yang dilakukan sesuai dengan kebijakan "Tahun Kesiapan Tempur Angkatan Laut Kerajaan Thailand".


Latihan ini mensimulasikan pertempuran nyata, bertujuan untuk meraih kemenangan jika terjadi pertempuran sungguhan. Latihan ini mencakup perencanaan militer, komando operasional, perencanaan kontingensi, pedoman pengerahan kekuatan angkatan laut, arahan operasional, pengujian kesiapan tempur, dan berbagai latihan operasional, baik konvensional maupun non-konvensional, untuk memastikan penerapannya dalam situasi dunia nyata.



from DEFENSE STUDIES https://bit.ly/4tKL0HQ
via IFTTT