Jepang dan Australia Bekerja Sama Mengembangkan MQ-28A untuk Konsep MUM-T di JASDF
03 Mei 2026
from DEFENSE STUDIES https://bit.ly/4uq5m9t
via IFTTT
Boeing MQ-28A Ghost Bat dan RAAF F-35A (photo: Aus DoD0
Angkatan Udara Bela Diri Jepang/Japan Air Self-Defence Force (JASDF) akan meningkatkan pemahamannya tentang teknologi kerja sama pesawat tempur berawak dan tanpa awak/manned-unmanned-teaming (MUM-T) setelah kesepakatan dengan Australia untuk bersama-sama melakukan aktivitas pesawat tempur kolaboratif/collaborative combat aircraft (CCA), demikian disampaikan Kementerian Pertahanan (MoD) di Tokyo kepada Janes.
Seorang juru bicara MoD mengatakan pada akhir April bahwa kolaborasi ini juga akan memungkinkan JASDF untuk mendapatkan wawasan tentang tantangan yang terkait dengan pengoperasian sistem 'pendamping setia' bersama pesawat berawak.
Proyek bersama ini didukung oleh penandatanganan perjanjian implementasi untuk Boeing MQ-28A Ghost Bat yang ditandatangani pada 18 April oleh Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dan mitranya dari Jepang, Koizumi Shinjiro.
Menurut para menteri, kesepakatan tersebut menetapkan kerangka kerja yang memungkinkan Jepang dan Australia untuk melakukan kegiatan terkait CCA (Combined Combat Aircraft) di bawah perjanjian berbagi peralatan dan layanan pertahanan yang ada yang ditandatangani pada Mei 2025.
Kesepakatan implementasi ini mendukung upaya JASDF (Angkatan Pertahanan Bela Diri Jepang) untuk mengevaluasi kelayakan penggunaan pesawat tanpa awak dalam koordinasi dengan pesawat berawak, kata juru bicara Kementerian Pertahanan.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Jepang dan Australia akan melakukan penelitian terkait MQ-28A di Australia pada tahun fiskal Jepang 2026. Kegiatan ini diharapkan mencakup pendidikan dan pelatihan terkait proses uji terbang, tambah juru bicara tersebut.
Kerangka penelitian ini dimaksudkan untuk memungkinkan JASDF memperoleh pengetahuan operasional tentang penggunaan pesawat tanpa awak bersama platform berawak dan mengidentifikasi tantangan teknis dan operasional terkait.
Namun, belum jelas kapan kegiatan tersebut akan dimulai. Juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan diskusi tentang koordinasi saat ini sedang berlangsung. Rincian penjadwalan lebih lanjut tidak tersedia karena sifat sensitif proyek tersebut, tambah juru bicara tersebut.
(Jane's)
from DEFENSE STUDIES https://bit.ly/4uq5m9t
via IFTTT

Post a Comment