LUNAS Lakukan Pemasangan Meriam Utama Kapal LCS-02
05 November 2026
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/rdnauKW
via IFTTT
Pemasangan meriam utama kapal LCS-2 (photo: LUNAS)
Efek ledakan amunisi cerdas Bofors 3P (photo: BAE Systems)
Pada 28 Oktober lalu Lumut Naval Shipyard (LUNAS) melakukan unggahan pemasangan meriam utama pada kapal LCS-2 yang diperuntukkan bagi Tentera Laut Diraja Malaysia.
Kapal yang akan diberi nama KD Raja Muda Nala yang akan menyandang nomor lambung 2502 ini kini telah dipasangi meriam Bofors 57mm Mk3 Naval Stealth Gun sama seperti pendahulunya KD Maharaja Lela.
Amunisi cerdas Bofors 3P (infographic: BAE Systems)
Teknologi meriam dan amunisi cerdas 3P
Meriam dengan kubah siluman (stealth cupola) ini memiliki pantulan radar rendah (low signature/stealth). Jangkauan tembakan sekitar 17 km dengan kecepatan tembak berkisar antara 200 hingga 220 putaran per menit (sekitar 4 proyektil per detik).
Meriam ini dikenal mempunyai Amunisi Cerdas 3P (Prefragmented Programmable Proximity), adalah teknologi peluru pintar kaliber 57 mm buatan BAE Systems Bofors yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas penuh dalam menghadapi berbagai jenis ancaman dengan satu jenis peluru saja.
Sebelum peluru ditembakkan, komputer sistem pengendali tembakan (Fire Control System) kapal akan menghitung data target secara instan. Saat peluru melewati laras meriam, sebuah alat pemrogram elektronik (fuze programmer) akan mentransfer data waktu atau mode ledak secara induktif ke sekring di dalam peluru. Peluru kemudian tahu persis kapan dan bagaimana ia harus meledak di udara.
Kelebihan utama amunisi 3P adalah kemampuannya diubah menjadi 6 mode operasional yang berbeda tergantung targetnya:
*Mode Proximity Terbimbing (Gated Proximity): Digunakan untuk merontokkan rudal anti-kapal yang terbang sangat rendah di atas permukaan laut (sea-skimming missiles). Sekring hanya aktif pada jarak tertentu untuk menghindari deteksi palsu akibat ombak.
*Mode Proximity Standar: Menghancurkan pesawat jet atau helikopter musuh yang bergerak cepat.
*Mode Proximity Prioritas Target Rendah: Efektif untuk menghancurkan pesawat nirawak (UAV) atau helikopter yang bersembunyi di balik perlindungan.
*Mode Efek Waktu (Time Mode): Peluru meledak persis di atas target permukaan. Sangat mematikan untuk menghancurkan kapal cepat kecil (fast attack craft) atau pasukan musuh di pantai.
*Mode Dampak (Impact Mode): Peluru meledak langsung saat menyentuh bodi target (seperti kapal atau kendaraan lapis baja ringan).
*Mode Penetrasi Armor (Armor Piercing / Delay): Peluru menembus lambung kapal atau dinding pertahanan terlebih dahulu, baru kemudian meledak di dalam ruang interior untuk kerusakan maksimum.
Hulu ledak peluru 3P dirancang dengan teknologi pra-fragmentasi. Di dalam badan peluru, terdapat lebih dari 8.000 bola tungsten kecil berkepadatan tinggi. Ketika sekring memicu ledakan di udara (mode proximity atau time), bola-bola tungsten ini menyebar membentuk awan pecahan (fragment cloud) yang sangat padat. Awan pecahan inilah yang merobek badan rudal, pesawat, atau kapal cepat musuh, memberikan tingkat keberhasilan kehancuran (kill probability) yang sangat tinggi dibandingkan peluru konvensional.
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/rdnauKW
via IFTTT




Post a Comment