Peresmian Hanggar Final Assemby Line (FAL) N219 dan First Cutting N219 Komersial
07 September 2026
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/JjLc2sh
via IFTTT
Peresmian hanggar Final Assembly Line N219 (photos: PT DI)
Rangkaian acara peresmian Hanggar Final Assemby Line (FAL) N219 ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wamen PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, disaksikan oleh Wamenkes, Benjamin Paulus Octavianus, Wagub Jawa Barat, Erwan Setiawan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Ditjen Pothan Kemhan, Sri Yanto, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Joga Dharma Setiawan, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, dan Wakil Komisaris Utama PTDI, Bagus Puruhito. Peresmian tersebut turut diisi dengan penyerahan simbolis Part hasil First Cutting N219 Komersial kepada Direktur Utama PT Mitra Aviasi Perkasa (PT MAP).
Peresmian Hanggar FAL N219 dan dimulainya First Cutting N219 Komersial menjadi bagian dari langkah PTDI dalam memperkuat kesiapan manufaktur sekaligus mendukung pengembangan N219 sebagai salah satu solusi konektivitas udara nasional, khususnya di wilayah dengan karakteristik geografis yang menantang.
Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Pengembangan Ekosistem Dirgantara
Pada kesempatan ini, PTDI juga menyepakati sejumlah kerja sama strategis dengan pemerintah daerah, kementerian, serta mitra industri dan Original Equipment Manufacturer (OEM) global. Kerja sama tersebut mencakup penguatan bisnis dan investasi, pengembangan kapabilitas industri, pemanfaatan produk PTDI untuk konektivitas udara dan pelayanan kesehatan, hingga penguatan kerja sama industri dan komersial di tingkat global.
Penandatanganan diawali dengan kontrak jual beli 3 (tiga) unit pesawat N219 antara PTDI dan PT BIBU Panji Sakti sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan N219 untuk kebutuhan konektivitas udara. Selanjutnya, PTDI menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Mamberano Raya yang diwakili oleh Bupati Mamberano Raya, Robby W. Rumansara, mengenai kerja sama operasionalisasi pesawat N219 di Kabupaten Mamberano Raya. PTDI juga menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terkait pengadaan 1 (satu) unit pesawat N219 guna mendukung penyelenggaraan penerbangan perintis di wilayah Kepri.
Untuk mendukung pengembangan bisnis dan kapabilitas industri, PTDI menandatangani kerja sama dengan Ravelware serta MoU dengan PT Cipta Teknologi Mandiri mengenai rencana pengembangan bisnis dan kapabilitas pada sektor produksi dan aerostructure. PTDI juga menandatangani MoU dengan PT Invest Indo International mengenai kerja sama strategis di bidang pengembangan bisnis, investasi, rantai pasok, dan operasional.
Sementara itu, melalui Industrial and Commercial Agreement (ICA) dengan Bell Textron Inc., PTDI memperkuat kerja sama produksi dan komersial melalui kolaborasi penjualan dan pemasaran helikopter, kustomisasi helikopter sesuai kebutuhan pelanggan, serta penguatan peran PTDI sebagai delivery center dan Bell Authorized Maintenance Center (AMC) untuk helikopter Bell 505 dan Bell 412. Perjanjian ini juga menjadi landasan bagi pengembangan kerja sama industri lebih lanjut, termasuk pemenuhan dan pengakuan local content, countertrade, dan/atau offset di Indonesia.
Dalam bidang pelayanan kesehatan, PTDI juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI melalui MoU mengenai pemberdayaan pesawat NC212i Air Ambulance untuk mendukung pelayanan kesehatan. Selain penandatanganan kerja sama, rangkaian kegiatan juga mencakup penayangan video signing ceremony LoI dengan Lassac, sebagai bagian dari penguatan jejaring kerja sama PTDI dengan mitra strategis.
Melalui Simposium Nasional HUT ke-50, PTDI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, operator penerbangan, mitra industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pemerataan akses transportasi udara sekaligus memperkuat ekosistem dirgantara nasional. Dengan penguatan kapabilitas manufaktur, inovasi produk, serta kerja sama strategis yang dibangun, PTDI optimistis dapat menghadirkan solusi penerbangan yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia serta berkontribusi terhadap terwujudnya kemandirian dan daya saing industri dirgantara nasional.
(PT DI)
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/JjLc2sh
via IFTTT




Post a Comment