Indonesia Menargetkan Produksi Massal Torpedo Piranha Mulai Tahun 2027
18 September 2026
Torpedo Piranha yang akan diproduksi PT PAL (image: PT PAL)
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/rkFPuVb
via IFTTT
Perusahaan galangan kapal milik negara Indonesia, PT PAL Indonesia, telah memaparkan rencana untuk memulai produksi massal torpedo ringan Piranha—produk dalam negeri—pada bulan Januari 2027.
PT PAL memaparkan rencana tersebut pada tanggal 9 September dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh asosiasi awak kapal selam TNI Angkatan Laut dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal).
Materi presentasi dari seminar tersebut diperoleh Janes dari seorang sumber yang menghadiri acara itu.
Baik PT PAL maupun Kementerian Pertahanan RI belum mengumumkan secara resmi adanya kontrak produksi untuk senjata tersebut.
Dalam slide presentasi, PT PAL mendeskripsikan Piranha sebagai torpedo ringan untuk peperangan anti-kapal selam (ASW) dengan jarak jangkau lebih dari 15 km, kecepatan maksimum 40 knot, dan hulu ledak seberat 50 kg.
Torpedo Piranha disebutkan memiliki kecepatan maksimal 40 not, sebagai perbandingan kecepatan torpedo ringan TNI AL A244/S Mod 3 mempunyai kecepatan maks 38 knot, sedangkan torpedo kelas berat SUT mempunyai kecepatan maks 35 knot dan torpedo Black Shark mencapai kecepatan maks 50 knot (photo: Lintas Pikiran)
Senjata ini ditampilkan sebagai upaya pengembangan mandiri yang bertujuan mendukung ambisi Indonesia untuk mencapai kemandirian lebih besar dalam teknologi peperangan bawah air.
Menanggapi pertanyaan dari Janes, PT PAL menyebut partisipasinya dalam seminar tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan pergeseran arah perusahaan yang sedang berlangsung, dari pengembangan platform menuju kemampuan sistem terintegrasi.
"Sejalan dengan arah pengembangan ini, PT PAL Indonesia terus mendorong kemajuan teknologi pertahanan maritim melalui wahana permukaan tanpa awak (USV), wahana bawah air otonom (AUV), dan torpedo Piranha," ujar pihak PT PAL.
"Pengembangan ketiga sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasional dengan memanfaatkan teknologi tanpa awak dan otonom, serta integrasi sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan misi," tambah perusahaan tersebut.
Pada bulan Oktober 2025, PT PAL melakukan uji coba penembakan torpedo Piranha dari prototipe kapal selam otonom (KSOT) miliknya.
Uji coba tersebut dihadiri oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, yang menyebut penembakan itu sebagai tonggak pencapaian penting bagi negara.
(Jane's)
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/rkFPuVb
via IFTTT


Post a Comment