Hanwha Ocean dari Korea Selatan Menangkan Tender Fregat Angkatan Laut Thailand
10 September 2026
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/AlZgiHx
via IFTTT
Hanwha Ocean adalah nama baru bagi DSME (Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering) setelah perusahaan galangan kapal tersebut resmi diakuisisi dan berganti nama di bawah naungan Hanwha Group (gambar: Hanwha Group)
Angkatan Laut Thailand telah memilih Hanwha Ocean Co Ltd dari Korea Selatan untuk membangun satu kapal fregat dalam proyek pengadaan senilai 16,73 miliar Baht, yang mencakup sistem terkait, peralatan, suku cadang, pelatihan, dan layanan dukungan.
Laksamana Korawit Chayarathi, Komandan Armada Kerajaan Thailand sekaligus ketua komite proyek pengadaan fregat, menandatangani pengumuman yang menetapkan Hanwha Ocean sebagai pemenang tender.
Perusahaan tersebut menawarkan harga total sebesar 16,73 miliar Baht; angka ini tidak termasuk bea cukai namun sudah mencakup pajak pertambahan nilai (PPN), pajak lainnya, biaya transportasi, dan segala biaya lainnya.
Hanwha Ocean adalah perusahaan galangan kapal dan rekayasa kelautan asal Korea Selatan. Didirikan pada bulan Oktober 1973, perusahaan ini diluncurkan kembali di bawah naungan Hanwha Group pada tahun 2023.
Harga tersebut bersifat tetap dan mengikat berdasarkan ketentuan DAP (Incoterms 2020), yang mencakup transportasi dan asuransi hingga fregat diserahterimakan di Pangkalan Angkatan Laut Sattahip atau lokasi lain yang ditunjuk oleh Angkatan Laut.
Sementara itu, juru bicara Angkatan Laut, Laksamana Muda Parat Rattanachaiphan, menyatakan bahwa Perdana Menteri Anutin Charnvirakul telah menandatangani ringkasan hasil seleksi pada tanggal 4 September, dan Sekretaris Tetap Pertahanan kemudian menyetujui hasil seleksi tersebut pada tanggal 7 September.
Hanwha Ocean (sebelumnya DSME) memiliki pengalaman sebelumnya setelah menyerahkan HTMS Bhumibol Adulyadej—fregat pertama Thailand di kelas ini—pada tahun 2018 (foto: Angkatan Laut Kerajaan Thailand)
Ia mengatakan bahwa pihak Angkatan Laut menyadari besarnya perhatian publik terhadap proyek ini karena menyangkut keamanan nasional, perlindungan kepentingan maritim, dan penggunaan dana publik.
Oleh karena itu, aspek ketepatan, nilai manfaat (value for money), transparansi, dan akuntabilitas sangat ditekankan di sepanjang proses pengadaan.
Angkatan Laut menegaskan bahwa proyek ini ditujukan untuk memberikan manfaat bagi negara secara keseluruhan, bukan sekadar menyediakan kapal perang baru bagi Angkatan Laut. Angkatan Laut akan secara resmi mengumumkan hasil seleksi pada 18 September, setelah masa pengajuan keberatan berakhir.
Pihak Angkatan Laut akan memaparkan hasil tersebut serta menjelaskan kriteria seleksi, alasan pemilihan, poin-poin utama proposal, dan manfaatnya bagi negara.
(ThaiPBS)
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/AlZgiHx
via IFTTT

_and_HTMS_Bhumibol_Adulyadej_(FFG-471)_sail_in_formation_with_three_other_ships_during_U.S.-Thai_joint_naval_exercise_Guardian_Sea_2019_-_2.jpg)
Post a Comment