F-16 RSAF yang Digunakan dalam Pitch Black 2026 adalah Varian Upgrade F-16DU+

13 Agustus 2026

Pesawat tempur RSAF F-16DU+ (photo: Aviation Week)

DARWIN, Australia—Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) memanfaatkan kemampuan yang telah ditingkatkan pada pesawat tempur Lockheed Martin F-16C/D Blk. 52 mereka selama Latihan Pitch Black, sekaligus menggunakan latihan multinasional ini untuk bersiap menyambut kedatangan Lockheed Martin F-35B mulai akhir tahun 2026.

Pesawat yang telah ditingkatkan kemampuannya—dengan kode varian F-16CU/DU/DU+—ini dilengkapi dengan radar Northrop Grumman AN/APG-83 Scalable Agile Beam Radar (SABR) dan avionik yang diperbarui, serta telah disertifikasi untuk menggunakan rudal udara-ke-udara jarak pendek Rafael Python 5 dan bom berpemandu presisi Joint Direct Attack Munition (JDAM).

"Ini adalah radar yang bagus dan memiliki jangkauan deteksi target yang baik," ujar Kolonel Benjamin Fu, direktur latihan RSAF, kepada Aviation Week di lokasi Latihan Pitch Black.

"Pitch Black secara khusus mencakup wilayah udara yang sangat luas," tambah Fu. "Anda bisa tersesat jika tidak memiliki kesadaran situasional yang memadai. Peningkatan ini memungkinkan kami bertempur secara lebih efektif dengan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai posisi kami dan posisi ancaman."

F-16DU+ dalam Pitch Black 2026 (photo: Aus DoD)

Radar Active Electronically Scanned Array (AESA) AN/APG-83 SABR dilaporkan mampu memindai dan melacak antara 20 hingga 35 target secara bersamaan, sehingga secara signifikan meningkatkan kesadaran situasional F-16 dalam skenario pertempuran udara yang kompleks.

Fu tidak membahas kinerja operasional rudal Python 5, seraya mencatat bahwa penggunaannya "dibatasi" selama latihan multinasional yang bersifat tidak rahasia (unclassified) ini. Ia mengatakan bahwa sebagian besar pertempuran selama fase pengerahan kekuatan besar (large-force employment) dalam Pitch Black dilakukan menggunakan rudal jarak jauh (beyond-visual-range) RTX AIM-120 AMRAAM dan MBDA Meteor pada jarak sekitar 30-40 mil.

Python 5 terutama digunakan selama fase awal latihan manuver tempur dasar (basic fighter maneuver), meskipun Fu menyebutkan bahwa kombinasi antara Python 5 dan AIM-120 memberikan kemampuan tempur udara yang seimbang bagi F-16, baik dalam pertempuran jarak dekat (within-visual-range) maupun jarak jauh (beyond-visual-range). Pesawat F-16 tersebut juga menjatuhkan bom GBU-49 Enhanced Paveway dan GBU-31 JDAM dalam kondisi "lingkungan yang diperebutkan" (contested environments).

Rudal Rafael Python 5 (image: AeroContact)

Selain untuk memvalidasi peningkatan kemampuan F-16, RSAF juga memanfaatkan latihan Pitch Black untuk mempelajari penggunaan pesawat tempur generasi kelima menjelang penerimaan F-35B pertama mereka akhir tahun ini.

"Bagaimana cara kita mengintegrasikan pesawat tempur generasi keempat dengan generasi kelima? Terkait taktiknya—siapa yang berada di depan, siapa di belakang, serta bagaimana kita mengintegrasikan pertempuran secara efektif sebagai satu tim," ujar Fu.

Angkatan udara tersebut juga mengamati bagaimana operator F-35 yang lebih berpengalaman merencanakan dan melaksanakan operasi dengan formasi campuran (mixed-force packages), yang mencakup aspek di luar taktik udara, seperti perencanaan misi serta proses komando dan kendali.

"Hal ini akan memberikan kami keunggulan saat menerima F-35 nanti pada akhir tahun ini," kata Fu.

(Aviation Week)



from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/PFkHtBa
via IFTTT