Singapura Jajaki Kemungkinan Keterlibatan dalam Program GCAP-Pesawat Tempur Generasi Keenam
29 Juli 2026
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/WmUeP8O
via IFTTT
Rancangan propulsi GCAP (image: GCAP Consortium)
Singapura telah memulai diskusi awal mengenai kemungkinan keterlibatan dalam Global Combat Air Programme (GCAP), demikian informasi yang diperoleh Janes dari sumber yang dekat dengan masalah tersebut.
Namun, Janes memahami bahwa pembicaraan saat ini masih dalam tahap penjajakan, dan belum ada keputusan yang dibuat oleh pemerintah Singapura untuk menjadi peserta dalam program tersebut.
Namun demikian, perkembangan ini menandai indikasi pertama yang diketahui bahwa Singapura secara resmi sedang meneliti potensi keterkaitan dengan program tersebut, yang dikembangkan bersama oleh Inggris, Jepang, dan Italia untuk menghadirkan kemampuan udara tempur generasi berikutnya mulai tahun 2035.
Program GCAP menyatukan mitra pemerintah dan industri dari ketiga negara tersebut, dan dianggap sebagai salah satu dari dua inisiatif pesawat tempur generasi keenam terkemuka di dunia bersama dengan proyek Next Generation Air Dominance (NGAD) AS.
Detail teknis mengenai badan pesawat yang akan diproduksi masih minim, tetapi model konsep yang telah diungkapkan oleh mitra GCAP sejauh ini di pameran udara besar menunjukkan desain dengan ekor ganda miring, tata letak sayap-badan yang lebar dan menyatu, serta susunan mesin ganda.
Selain pengembangan pesawat berawak, GCAP bertujuan untuk menghadirkan ekosistem pertempuran udara yang lebih luas yang menggabungkan sensor canggih, teknologi yang didukung kecerdasan buatan, dan kemampuan untuk beroperasi bersama sistem otonom dan tanpa awak.
Pembicaraan awal ini konsisten dengan pendekatan Singapura yang telah lama diterapkan terhadap akuisisi pertahanan utama.
Alih-alih berkomitmen lebih awal pada suatu program, Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) secara historis telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengevaluasi teknologi, peluang industri, dan implikasi strategis jangka panjang sebelum membuat keputusan pengadaan.
Pendekatan itu terlihat jelas dalam perjalanan Singapura menuju akuisisi Lockheed Martin F-35.
(Jane's)
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/WmUeP8O
via IFTTT



Post a Comment