Kontrak M-346F Indonesia akan Diteken pada Juli 2026
17 Juni 2026
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/nI0b5y4
via IFTTT
M-346F Block 20 akan memperkuat armada pesawat tempur ringan TNI AU (photo: Leonardo)
Meskipun mungkin tidak ada M-346 di ILA, Leonardo masih memasarkan versi M-346 Block 20 baru dari pesawat latih jet/pesawat serang ringan canggih yang diluncurkan pada tahun 2024.
Varian baru ini dirancang untuk mengatasi biaya penerbangan pesawat generasi kelima, ketersediaan kokpit baru yang lebih canggih, dengan tujuan untuk "Pesawat Tempur generasi berikutnya". Dengan demikian, M346 menerima pembaruan seluruh sistem pelatihan, dengan memasukkan peningkatan digitalisasi dan kecerdasan buatan.
Hingga saat ini, terdapat tiga pelanggan Block 20 yang diketahui. International Test Pilots School Kanada akan menerima enam pesawat latih jet canggih M-346T (dengan opsi untuk enam lagi) untuk digunakan di International Tactical Training Centre di North Bay, Ontario, pesanan tersebut diumumkan pada Mei 2026, Austria memesan 12 pesawat tempur ringan M-346F pada Desember 2025 untuk melayani peran pelatihan dan pertahanan wilayah udara nasional. Indonesia memilih M-346F untuk pertempuran ringan dan pelatihan pilot pada akhir tahun 2025 dan menandatangani letter of intent di Singapore Air Show pada Februari 2026 dengan Leonardo untuk mengakuisisi 18 (kemudian ditingkatkan menjadi 36) M346F. Jet bermesin ganda Italia ini mengalahkan pesaingnya, TAI Hurjet dan Korean Aerospace Industries FA-50.
Modernisasi sedang berlangsung di TNI Angkatan Udara (TNI-AU) saat ini, sebagian besar melalui perusahaan kedirgantaraan pertahanan PT E-Systems, yang telah ditugaskan untuk mengakuisisi pesawat latih generasi baru dalam perannya sebagai kontraktor pertahanan Indonesia yang berwenang. PT-E Systems Solutions akan mendukung pemeliharaan, logistik, dan penerbangan taktis, sebagai bagian dari Pusat Perang Udara TNI-AU yang baru yang sedang dibentuk.
Cangih dengan komponen lokal
Menurut sumber manajemen senior PT E-Systems, ‘perusahaan juga akan mengintegrasikan Self Protection Jammer rancangan Indonesia sendiri, mengintegrasikan dan memenuhi syarat rudal udara-ke-udara jarak pendek Diehl IRIS-T, mengintegrasikan data-link buatan dalam negeri untuk penargetan dan distribusi isyarat, serta rudal jelajah ringan MK-V Delta buatan dalam negeri.’
Sumber tersebut melanjutkan, ‘PT E-Systems Solutions juga akan berpartisipasi dalam uji terbang dan kualifikasi Airborne Electronically Scanned Array (AESA) Grifo E600 bebas ITAR baru dari Leonardo, menggunakan tempat uji terbang milik perusahaan sendiri.’
Hal ini akan membuat M-346F lebih mumpuni daripada 23 F-16C/D Block 52 TNI-AU yang masih beroperasi dan dilengkapi dengan radar APG-68 (V) yang lebih tua, yang diperoleh antara tahun 2012-2018.
Rencana pengadaan M-346 tentu merupakan program yang ambisius, yang akan membuat Block 20 digunakan dalam peran operasional yang lebih mumpuni daripada di Kanada dan Austria. Kontrak akan ditandatangani oleh Leonardo dan PT E-Systems Solutions atas nama Kementerian Pertahanan Indonesia di Jakarta pada awal Juli, untuk pengadaan 12 unit M-346F yang akan dikirimkan pada awal tahun 2028 untuk menggantikan helikopter BAE Systems Hawk Mk 109/209 yang masih beroperasi yang dikirimkan pada tahun 1990-an. Tahap kedua sebanyak 24 unit akan dikontrak pada Februari 2027.
(EDR Magz)
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/nI0b5y4
via IFTTT


Post a Comment