Indonesia Dilaporkan Mencapai Kesepakatan Pembelian 24 J-10CE beserta Rudal PL-15E
05 Juni 2026
Kesepakatan pembelian J-10CE ini menepis anggapan selama ini bahwa tipe yang dibeli adalah J-10B eks PLAAF (image: X)
ISLAMABAD: Indonesia dilaporkan sedang bersiap untuk secara signifikan memperluas rencana akuisisi jet tempur J-10CE buatan China, dengan laporan baru yang menunjukkan bahwa Jakarta bermaksud untuk meningkatkan pesanan dari 12 menjadi 24 jet sekaligus membeli paket rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15E.
Perkembangan ini dilaporkan oleh analis pertahanan dan jurnalis penerbangan Alan Warnes, yang mengutip sumber di dalam Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU) yang mengetahui diskusi pengadaan tersebut.
Jika diselesaikan, kesepakatan ini akan menjadi salah satu ekspor terbesar jet tempur generasi keempat setengah China baru-baru ini dan semakin memperkuat posisi Beijing di pasar pertahanan Asia Tenggara yang kompetitif.
Paket yang diusulkan diharapkan mencakup 24 pesawat tempur multiperan J-10CE beserta rudal PL-15E, sistem avionik canggih, dukungan pelatihan, infrastruktur pemeliharaan, dan pengaturan logistik.
Meskipun otoritas Indonesia belum secara publik mengkonfirmasi peningkatan yang dilaporkan, pengamat pertahanan mencatat bahwa langkah tersebut mencerminkan meningkatnya minat pada pesawat tersebut setelah perhatian terkait pertempuran baru-baru ini seputar platform J-10C.
Rudal PL-15E dengan jarak jangkau 200 km, varian asli PL-15 berjarak jangkau 300 km (photo: Sinodefence)J-10CE adalah versi ekspor dari pesawat tempur J-10C China dan diproduksi oleh Perusahaan Industri Penerbangan China (AVIC) milik negara.
Pesawat ini memiliki radar active electronically scanned array (AESA), kokpit digital, sistem peperangan elektronik, tautan data canggih, dan kompatibilitas dengan berbagai senjata berpemandu presisi.
Didukung oleh konfigurasi mesin tunggal, pesawat tempur ini dilaporkan dapat mencapai kecepatan melebihi Mach 1,8 dan melakukan misi superioritas udara dan serangan darat.
Perhatian khusus telah difokuskan pada rudal PL-15E, varian ekspor dari senjata udara-ke-udara jarak jauh di luar jangkauan visual China.
Penilaian pertahanan sumber terbuka memperkirakan PL-15E memiliki jangkauan melebihi 145 kilometer, sementara versi domestik China diyakini memiliki jangkauan yang lebih besar lagi.
Rudal tersebut menggunakan panduan radar aktif dan dirancang untuk menyerang pesawat musuh jauh sebelum kontak visual terjalin.
Rencana pengadaan yang dilaporkan oleh Indonesia muncul di tengah upaya modernisasi militer yang lebih luas di seluruh Asia Tenggara.
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/EMGaOxe
via IFTTT


Post a Comment