Hanwha Aerospace Memperkenalkan Prototipe KAAV II Next Gen
24 Mei 2026
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/rNKwoVu
via IFTTT
KAAV II buatan Hanwha Aerospace mampu bergerak di air dan darat dengan kecepatan tinggi (photos: Yoo Yong-won)
Tampilan pertama prototipe Kendaraan Serangan Amfibi Korea II (KAAV II) yang sedang dikembangkan oleh Hanwha Aerospace muncul pada 18 Mei 2026, yang merupakan pengumuman resmi pertama tentang kemajuan program tersebut.
KAAV II telah dalam tahap pengembangan konsep sejak 2015, dengan model skala yang dipamerkan pada tahun 2019 di Seoul ADEX. Pengujian prototipe terganggu oleh insiden tenggelam pada tahun 2023 yang mengakibatkan dua korban jiwa. Kemajuan program terus berlanjut di bawah kendali ketat.
KAAV II dimaksudkan untuk menggantikan armada KAAV Korps Marinir Republik Korea (ROKMC) saat ini, yang merupakan versi produksi lokal dari AAV7 rancangan AS yang diperkenalkan pada tahun 1970-an.
Informasi yang diberikan masih terbatas. Namun, fitur kinerja dan kemajuan operasional terpenting dari KAAV II adalah peningkatan kecepatan di air yang signifikan dibandingkan dengan KAAV. Dilaporkan dapat mencapai kecepatan lebih dari 20 km/jam, dibandingkan dengan 13,2 km/jam untuk kendaraan aslinya. Hal ini dicapai dengan menggabungkan haluan tiga tahap yang diperpanjang, sirip trim buritan, dan flap samping yang menutupi bagian bawah trek dalam operasi di laut lepas.
Fitur-fitur ini meningkatkan permukaan luncur bagian bawah kendaraan. Dipadukan dengan waterjet aliran tinggi dan paket daya yang meningkatkan output mesin standar 850 hp di darat menjadi 2.700 hp dalam mode amfibi, ini memungkinkan KAAV II untuk naik dari laut dan meluncur di permukaan.
Kecepatan di air yang tinggi tersebut memungkinkan peluncuran dari kapal serbu amfibi yang lebih jauh dari pantai. Kendaraan amfibi mencapai pantai lebih cepat, sehingga mengurangi risiko terkena serangan musuh.
KAAV II akan membawa 18 personel infanteri, dan diperkirakan akan memiliki tiga awak. Kendaraan ini mengambil elemen dari K-NIFV, desain kendaraan tempur infanteri baru Korea Selatan. Kerja sama antara Hanwha dan Soucy Defence menghasilkan kendaraan yang menggunakan trek karet komposit. Kendaraan ini memiliki kecepatan darat 70 km/jam dan dapat beroperasi dalam operasi tempur darat yang berkepanjangan.
Prototipe KAAV II juga memiliki stasiun senjata tanpa awak yang memasang meriam otomatis 40 mm dengan amunisi teleskopik (CTA). Desain CTA meminimalkan ruang yang dibutuhkan di menara, menawarkan amunisi yang lebih ringkas, dan efek terminal yang lebih tinggi.
Senjata utama memiliki laju tembakan 200 butir per menit, dan menembakkan amunisi penembus lapis baja, berdaya ledak tinggi, ledakan udara, dan anti-drone. Meriam dapat diangkat hingga 85°, memungkinkan penembakan yang efektif terhadap target udara dan target dengan elevasi tinggi.
Defence Acquisition Program Administration (DAPA) secara resmi menyetujui akuisisi KAAV II pada September 2021. Sekitar US$1,78 miliar telah dialokasikan untuk program ini.
KAAV II (image: Sheldon)
Produksi awal dijadwalkan dimulai pada tahun 2029, dengan pengoperasian yang direncanakan selesai pada tahun 2036. KAAV II akan memberi Angkatan Laut Korea Selatan (ROKMC) kemampuan serang amfibi lapis baja berkecepatan tinggi dari kapal ke pantai yang setara dengan keluarga ZBD-05 milik Tiongkok.
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/rNKwoVu
via IFTTT





Post a Comment