AMP Corporation Malaysia Luncurkan Sistem Radar Bergerak
27 Mei 2026
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/eCRgOkQ
via IFTTT
MSU Mk-III dari AMP Corporation terlihat dipamerkan di DSA 2026 (photo: EDR Magz)
Perusahaan Malaysia, AMP Corporation, telah meluncurkan kendaraan radar dan pengawasan bergerak – yang diberi nama Mobile Surveillance Unit (MSU) Mk-III – di pameran Defence Services Asia (DSA) 2026 pada bulan lalu.
Engineer dari AMP Corporation, Jamaluddin Sulaiman, mengatakan kepada Janes bahwa MSU Mk-III adalah sistem generasi ketiga dalam keluarga MSU dan dirancang untuk melengkapi infrastruktur radar yang ada yang dioperasikan oleh lembaga keamanan sipil, bukan angkatan bersenjata. Ia menambahkan bahwa sistem ini ditujukan untuk digunakan oleh organisasi seperti Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA).
Menurut Sulaiman, varian MSU sebelumnya didasarkan pada stasiun radar tetap. “Ini adalah unit sipil bergerak untuk melengkapi cakupan radar yang ada,” katanya. “MSU Mk-III dirancang untuk pengerahan cepat – kita bisa pergi ke mana saja, bahkan di jalanan yang sulit sekalipun.”
Sulaiman mengatakan MSU Mk-III mengintegrasikan dua sensor utama: radar laut dan sistem elektro-optik yang dilengkapi kamera pencitraan termal. Sistem pengawasan ini ditenagai oleh baterai onboard, yang menyediakan hingga delapan jam operasi terus menerus dengan sekali pengisian penuh.
Ia menambahkan bahwa MSU Mk-III diharapkan akan menjalani uji penerimaan dengan MMEA pada akhir Mei. Sulaiman mengatakan bahwa varian MSU sebelumnya telah menunjukkan kemampuan pengawasan yang mendasar, dan Mk-III mempertahankan fungsi tersebut sambil menambahkan mobilitas.
Sulaiman mengatakan, "Konfigurasi MSU sebelumnya membutuhkan tenaga kerja dan dukungan logistik yang besar, termasuk beberapa kendaraan pengangkut. MSU MK-I, misalnya, menggunakan dua pengangkut besar, yang mengakibatkan durasi penyebaran dan penyiapan yang lebih lama.
"MSU MK-III mengatasi keterbatasan ini melalui desain tangguh 4x4 terintegrasi, memungkinkan penyebaran cepat, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja, dan meningkatkan efisiensi operasional dalam kondisi lapangan," tambah Sulaiman.
(Jane's)
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/eCRgOkQ
via IFTTT


Post a Comment