Korps Marinir Filipina Memperluas Pasukan Rudal BrahMos ke Luzon Utara

12 Maret 2026

Ilocos di Pulau Luzon bagian Utara (image: GoofleMaps)

Korps Marinir Filipina telah mengambil langkah besar lainnya dalam memperkuat kemampuan pertahanan pantai negara dengan mengaktifkan unit rudal BrahMos baru di Luzon Utara.

Menurut laporan pertahanan baru-baru ini, Resimen Pertahanan Pantai Korps Marinir Filipina yang dilengkapi BrahMos telah memperluas kehadirannya ke bagian utara Luzon, memperluas jangkauan sistem rudal anti-kapal supersonik yang baru diperoleh negara itu menuju Selat Luzon yang strategis.

Perkembangan ini menandai tonggak penting bagi Angkatan Bersenjata Filipina karena terus membangun pencegahan yang kredibel terhadap potensi ancaman maritim.

Rudal Brahmos Korps Marinir Filipina (photos: RTVM)

Sistem Rudal Anti-Kapal Berbasis Pantai BrahMos, yang diperoleh dari India, mampu menyerang target angkatan laut pada jarak hingga sekitar 290 hingga 300 kilometer sambil bergerak dengan kecepatan sekitar Mach 3. Ini menjadikannya salah satu rudal jelajah anti-kapal operasional tercepat di dunia.

Dengan penempatan unit BrahMos di Luzon Utara, pasukan Filipina kini akan memiliki kemampuan untuk mengawasi jalur maritim penting, termasuk sebagian Selat Luzon, jalur air strategis yang terletak antara Filipina dan Taiwan. Pengendalian wilayah ini dianggap sangat penting karena perannya sebagai jalur utama bagi pasukan angkatan laut yang bergerak antara Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan.

Analis pertahanan mencatat bahwa pengaktifan unit ini menunjukkan upaya militer Filipina untuk memperkuat struktur organisasinya dan meningkatkan kesiapan operasional seiring negara tersebut mengalihkan fokusnya ke pertahanan teritorial dan keamanan maritim.


Penempatan baru di utara ini juga melengkapi instalasi BrahMos sebelumnya di Luzon Barat, yang diposisikan untuk memantau dan berpotensi menyerang kapal musuh yang beroperasi di dekat Laut Filipina Barat.

Jika ditempatkan di lokasi utara seperti Ilocos atau daerah pesisir lainnya, unit rudal tersebut secara teoritis dapat mengancam kapal musuh di sebagian besar Selat Luzon, memberikan Filipina kemampuan pertahanan pantai yang kuat untuk pertama kalinya dalam sejarah militer modernnya.

Sistem BrahMos dioperasikan oleh Resimen Pertahanan Pantai Korps Marinir Filipina di bawah Batalyon Rudal Anti-Kapal Berbasis Pantai, sebuah unit khusus yang dibentuk khusus untuk mengoperasikan sistem rudal jarak jauh.

Penempatan 2 batalyon Brahmos di Filipina dan jangkauannya (infographic: Orion Intel)

Ekspansi ini mencerminkan program modernisasi Filipina yang lebih luas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan negara dalam mempertahankan perairan teritorial dan jalur maritimnya di tengah meningkatnya ketegangan keamanan regional.

Seiring Filipina terus memperkuat jaringan pertahanan pantainya, baterai BrahMos dan unit rudal tambahan pada akhirnya dapat dikerahkan di lokasi strategis lainnya di kepulauan tersebut.



from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/a53o7k2
via IFTTT