Indonesia Akan Mendanai Pembelian Rudal BrahMos dengan Pinjaman Luar Negeri (PLN)

12 Maret 2026

Rudal Brahmos versi land based (photo: AMR)

Indonesia akan membiayai rencana akuisisi sistem rudal pertahanan pantai BrahMos buatan India melalui pinjaman komersial luar negeri.

Dokumen yang diberikan kepada Janes oleh sumber yang dekat dengan Komisi I, sebuah komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, menunjukkan bahwa rencana untuk mendanai akuisisi ini telah disetujui oleh Kementerian Keuangan pada 25 September 2025.

Paket tersebut bernilai sekitar USD 100 juta untuk satu baterai dan akan diwakili secara lokal oleh perusahaan konsultan Indonesia PT BTI Defence.

Konfirmasi dari otoritas Indonesia bahwa Jakarta telah mencapai kesepakatan dengan New Delhi mengenai sistem BrahMos muncul secara publik selama pekan lalu.

Mengutip juru bicara Kementerian Pertahanan Indonesia (KMP), Rico Ricardo Sirait, berbagai media Indonesia melaporkan sejak 9 Maret bahwa Indonesia telah setuju untuk membeli sistem rudal tersebut.

KMP belum menanggapi pertanyaan Janes yang meminta rincian lebih lanjut tentang akuisisi tersebut, pada saat publikasi.

Namun, Janes memahami bahwa kontrak tersebut belum berlaku karena menunggu pembayaran uang muka awal.

Versi pertahanan pantai berbasis darat dari BrahMos yang sedang diupayakan Indonesia adalah paket kontainer dari sistem rudal jelajah supersonik yang dikembangkan bersama oleh India dan Rusia.

Rudal ini mampu mencapai kecepatan antara sekitar 2.448 km/jam dan 2.970 km/jam dan menggunakan metode panduan tembak-dan-lupakan yang menggabungkan navigasi inersia dengan pelacakan radar aktif pada tahap akhir.

Rudal konfigurasi ekspor biasanya memiliki jangkauan sekitar 290 km dan dapat melakukan profil meluncur rendah di atas permukaan laut, yang berkontribusi pada kemampuan bertahan hidupnya terhadap sistem pertahanan udara.



from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/4wN18iH
via IFTTT