Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI, Buntu di Parlemen Italia: Pemungutan Suara Ditunda
17 Maret 2026
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/w5miXHF
via IFTTT
ITS Giuseppe Garibaldi (C 551) calon kapal induk Indonesia (photo: Marina Difesa)
REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Pendapat dari Komisi Luar Negeri dan Pertahanan Italia, yang pada dasarnya merupakan persetujuan operasi hibah kapal induk untuk Indonesia, seharusnya sudah keluar pada Senin (16/3/2026). Tetapi pihak oposisi, dengan Partai Demokrat (PD) dan Partai Lima Bintang di barisan depan, berhasil menunda pemungutan suara.
Yang dipermasalahkan mereka adalah isu sensitif: transfer gratis Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (C551) ke Indonesia. Transfer material persenjataan yang dinyatakan usang karena alasan teknis, sebenarnya hanya diperbolehkan untuk material pertahanan, dengan tunduk pada pendapat mengikat dari Komisi Parlemen yang berwenang.
Dalam sebuah catatan yang dikeluarkan beberapa hari lalu, senator dari PD Alessandro Alfieri dan Graziano Delrio, menunjukkan, keputusan untuk menunda pemungutan suara juga didukung oleh sebagian kekuatan politik mayoritas. Faktanya, beberapa poin yang belum jelas masih ada: khususnya, peran perusahaan kapal selam Italia, Drass, yang diduga oleh pihak Indonesia sebagai perantara operasi tersebut.
Namun, Drass sendiri sudah menjadi penerima manfaat tidak langsung dari kesepakatan keseluruhan. Menurut informasi yang diberikan oleh kantor Parlemen, Drass memiliki kontrak dengan Indonesia untuk pembangunan enam kapal selam senilai 480 juta eruo atau Rp 9,36 triliun, yang sedang dalam proses.
Dilaporkan Ilsole 24 Ore, pada titik ini,' tambah kedua senator tersebut, 'mengingat situasi politik yang rumit, sangat penting bagi Menteri (Pertahanan) Guido Crosetto untuk datang langsung dan mengklarifikasi garis besar operasi tersebut untuk menghilangkan keraguan apa pun'.
ITS Giuseppe Garibaldi (C 551) (photo: Marina Militare)
Partai Lima Bintang juga mendesak. "Di Komisi Luar Negeri dan Pertahanan Senat, kami telah meminta dan memperoleh, bersama dengan oposisi lainnya, penundaan pemungutan suara atas dekrit tentang pengalihan kapal Garibaldi ke..." Indonesia, meminta informasi tambahan dari pemerintah mengenai semua aspek yang masih samar dalam urusan ini," demikian bunyi catatan dari anggota M5S Komisi Luar Negeri dan Pertahanan Palazzo Madama.
Kami menuntut agar pertama-tama dijelaskan secara menyeluruh mengenai peran perantara perusahaan Drass yang diusulkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Jakarta dan mengenai hubungan antara penjualan ini dan kontrak besar yang dimenangkan oleh perusahaan kecil yang sama untuk pengadaan kapal selam, juga untuk Indonesia; kami ingin tahu mengapa Kementerian Pertahanan (Italia) memilih untuk memberikan aset bersejarah Marina Militare (AL Italia) yang masih bernilai lebih dari 50 juta euro (sekitar Rp 1 triliun) dan oleh karena itu dapat dijual daripada diberikan sebagai hadiah; kami menuntut transparansi mutlak mengenai hubungan antara (Menhan) Crosetto dan Chairman Drass, Sergio Cappelletti, mengenai dugaan pertemuan mereka di Dubai beberapa hari terakhir dan mengenai hubungan antara perusahaan tersebut dan pesta Crosetto, yang telah dibiayai oleh perusahaan yang sama dalam beberapa tahun terakhir. Kami mengharapkan jawaban yang jelas.'
Memo Kemenhan Italia
Pada 7 Maret 2026, menyusul publikasi artikel oleh Il Fatto Quotidiano berjudul 'Crosetto, Pria dari Dubai dan Urusan Orang Kaya Indonesia', sebuah catatan dari Kemenhan Italia mengklarifikasi bahwa 'tidak ada 'urusan Indonesia' yang dapat dikaitkan dengan Menteri Pertahanan atau Kementerian. Tidak ada tindakan atau keputusan yang diambil oleh Menteri yang dapat diartikan demikian. Prosedur pengadaan pertahanan tidak melibatkan Menteri dalam keputusan teknis dan administratif, yang justru merupakan tanggung jawab struktur administratif yang relevan'.
Chairman Drass, Sergio Cappelletti, berbicara tentang 'tuduhan serius tanpa dasar'. Kapal Induk Garibaldi, tambahnya, 'saat ini bagi Administrasi Pertahanan terutama merupakan biaya dalam hal uang dan personel yang dikerahkan. Kemungkinan penjualannya justru akan memungkinkan aktivasi program modernisasi penting yang akan melibatkan perusahaan-perusahaan besar Italia di sektor pertahanan, untuk peningkatan sistem tempur dan komponen penerbangan.'
Dalam konteks evaluasi teknis terkait Kapal Induk Garibaldi, Drass bekerja secara eksklusif atas nama pemerintah Indonesia. Kegiatan yang dilakukan secara eksklusif berkaitan dengan inspeksi teknis, konsultasi teknik, dukungan logistik, dan analisis dokumentasi teknis. Kegiatan ini dilakukan oleh spesialis yang memiliki pengalaman langsung di Garibaldi dan ditugaskan semata-mata oleh pemerintah Jakarta.
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/w5miXHF
via IFTTT


Post a Comment