DBM Filipina Keluarkan Pendanaan untuk Kapal OPV dan LCU

29 Maret 2026

Filipina memesan 6 kapal OPV kelas BRP Rajah Sulayman (PS-20) (image: PDE)

Kapal Patroli Lepas Pantai/Offshore Patrol Vessel (OPV) Project
Modernisasi Angkatan Laut Filipina semakin diperkuat setelah Department of Budget and Management (DBM) mengeluarkan Surat Perintah Alokasi Khusus/Special Allotment Release Order (SARO) lainnya pada 23 Maret 2026 untuk Proyek Akuisisi Kapal Patroli Lepas Pantai (OPV).

Dana baru yang dialokasikan untuk proyek ini, yang dianggap sebagai pembayaran tonggak kelima, mencapai ₱5,79 miliar. Ini menunjukkan dukungan berkelanjutan pemerintah untuk pengembangan kemampuan angkatan laut kita.

Total dana yang telah dikeluarkan adalah ₱20,52 miliar dari total kontrak ₱30 miliar, atau hampir 75%. Ini berarti masih ada ₱9,48 miliar yang diharapkan akan dikeluarkan dalam beberapa tahun mendatang, yang difokuskan pada fase akhir proyek. Targetnya adalah menyelesaikan dan mengirimkan enam kapal pada tahun 2028.

Seiring berlanjutnya pendanaan, konstruksi dan pengiriman aktual juga terus berjalan. Kapal pertama, BRP Rajah Sulayman (PS-20), sudah beroperasi, sedangkan BRP Rajah Lakandula (PS-21) saat ini sedang menjalani uji coba laut dan akan segera dikirim ke negara ini. Meskipun kapal-kapal ini merupakan kapal multi-peran yang akan menggunakan peralatan misi dalam kontainer. Tiga dari kapal-kapal ini mungkin akan fokus pada peperangan anti-kapal selam dengan sonar array yang ditarik. (PDE)

LCU untuk kapal LPD (photo: Tesco)

Kapal Pendaratan Serbaguna (Landing Craft Utility/LCU)
Department of Budget and Management (DBM) mengeluarkan SARO (Special Allotment Release Order/Perintah Alokasi Khusus) untuk Proyek Akuisisi Kapal Pendaratan Serbaguna (LCU) Angkatan Laut Filipina pada Maret 2026.

Dengan nilai alokasi sebesar ₱320 juta, proyek ini sekarang memasuki fase pengadaan,  Angkatan Laut telah lama membutuhkan LCU untuk operasi amfibi dan logistik.

Berdasarkan berita sebelumnya, ini terkait dengan pembelian kapal yang lebih besar seperti LPD (Landing Platform Dock).

Pendanaan sebenarnya baru saja diamankan. Belum ada kontraktor resmi (belum melalui proses tender), tetapi ini adalah beberapa kandidat yang mungkin:
-Pembuat Kapal Lokal Filipina
Negara ini sudah memiliki preseden dalam membangun LCU (kelas Tagbanua). Kemungkinan membeli secara lokal atau membangun secara lokal + desain asing.

-Indonesia (PT PAL)
Membangun kapal kelas Tarlac dan kapal amfibi lainnya untuk Angkatan Laut. Salah satu kandidat terkuat karena kemitraan yang sudah ada.

(PDE)


from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/pTzyfmK
via IFTTT