Singapore Memilih Pesawat C-130H Bekas Sebagai Pesawat Interim C-130 Hercules

03 Januari 2026

Satu peawat C-130 Hercules ex Angkatan Udara Singapura telah tiba (photo: Alert5)

SINGAPORE—Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) memilih untuk mengakuisisi pesawat Lockheed Martin C-130H bekas sebagai langkah sementara untuk menggantikan sebagian armada C-130B/H yang sudah tua, seiring dengan evaluasi kebutuhan pengangkutan udara jangka panjang dan kemampuan yang dibutuhkan.

Dalam wawancara tertulis, Kepala RSAF Mayjen Kelvin Fan mengatakan C-130 tetap menjadi “platform terbaik” untuk memenuhi kebutuhan operasional angkatan udara selama 15 hingga 20 tahun ke depan.

“Oleh karena itu, RSAF mengakuisisi pesawat C-130H bekas, tetapi masih terawat dengan baik, untuk menggantikan C-130B kami yang sudah tua. Pengiriman telah dimulai, dan pesawat-pesawat ini akan dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan RSAF,” katanya.

Fan tidak mengungkapkan sumber pesawat atau perkiraan jangka waktu pengoperasiannya.

Pengamat pesawat di Singapura telah melacak sebuah C-130H yang dioperasikan oleh Blue Aerospace LLC, dengan nomor registrasi AS N973BA, yang tiba di negara itu pada akhir Januari. Pesawat tersebut adalah bekas C-130H Angkatan Udara Spanyol.

Menurut data Aviation Week Fleet Discovery Military, RSAF saat ini mengoperasikan sembilan pesawat C-130B/H—empat model B dan lima model H. Sepasang pertama C-130B bekas Angkatan Udara AS diproduksi pada tahun 1958, sementara sepasang pesawat bekas Yordania lainnya berasal dari tahun 1960, meskipun semuanya diintegrasikan ke dalam layanan RSAF pada tahun 1977.

Pada tahun 2007, armada tersebut menjalani salah satu program peningkatan paling ekstensifnya, yang dipimpin oleh ST Engineering, yang mencakup pemasangan glass cockpit, avionik baru, mesin yang ditingkatkan, dan unit auxiliary power unit baru.

Keputusan ini patut diperhatikan karena RSAF belum pernah membeli pesawat bekas sejak program KC-135R pada tahun 1990-an, dan penggantian pesawat angkut taktis tetap menjadi salah satu prioritas modernisasi yang belum terpenuhi. Langkah ini juga menunjukkan evaluasi berkelanjutan terhadap opsi jangka panjang, termasuk Airbus A400M, Embraer C-390, dan Lockheed Martin C-130J.



from DEFENSE STUDIES https://bit.ly/4ryMB2d
via IFTTT