Kerja Sama Pertahanan RI–Qatar Bernilai Rp 37,95 Triliun
22 Januari 2026
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/5C6XEcl
via IFTTT
Penanda-tanganan kerjasama Republikorp-Barzan Holdings (photos: Republikorp)
JAKARTA, KOMPAS.com – Kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Qatar kembali menguat setelah Barzan Holdings meneken perjanjian strategis dengan Republikorp senilai 2,3 miliar dollar AS atau setara Rp 37,95 triliun Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya modernisasi sistem pertahanan Indonesia dengan dukungan pembiayaan dan teknologi dari Qatar. Perjanjian tersebut ditandatangani dalam ajang Doha International Maritime Defence Exhibition & Conference (DIMDEX) 2026 di Doha, Qatar, pada 20 Januari 2026. Salah satu poin utama kerja sama ini adalah pembentukan perusahaan patungan atau joint venture yang akan memimpin operasional di Indonesia.
Penandatanganan dilakukan oleh Group CEO Barzan Holdings Eng. Mohamed Al Sadah dan Founder Republikorp Norman Joesoef, serta disaksikan Menteri Pertahanan Qatar Sheikh Saud Al Thani. Kerangka kerja sama ini mencakup pembaruan dan peningkatan sistem pertahanan pada ranah kemaritiman dan darat.
Joint venture yang dibentuk diarahkan untuk mendorong program modernisasi terintegrasi berskala besar guna meningkatkan kesiapan operasional dan interoperabilitas sistem Tentara Nasional Indonesia (TNI), dengan dukungan langsung dari Pemerintah Qatar.
Fokus Modernisasi Maritim dan Darat
Pada sektor kemaritiman, kerja sama ini mencakup integrasi sistem misi tingkat lanjut serta penerapan solusi digital generasi berikutnya. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat keandalan dan kesiapan armada maritim Indonesia dalam jangka panjang.
Sementara di ranah darat, kemitraan ini difokuskan pada integrasi dan peningkatan berbagai subsistem penting, mulai dari sistem persenjataan presisi hingga munisi dan platform pendukung lainnya. Upaya ini diharapkan memperkuat kapasitas pertahanan darat nasional secara menyeluruh.
Norman Joesoef menilai kerja sama tersebut tidak sekadar bernilai komersial, tetapi juga strategis bagi hubungan bilateral kedua negara.
“Signifikansi kemitraan ini jauh melampaui akuisisi perangkat keras; ini merupakan bukti menguatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar,” ujar Norman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/1/2026).
Ia menambahkan, dukungan pembiayaan dan suplai teknologi dari Barzan menjadi faktor penting dalam mempercepat peta jalan teknologi industri pertahanan nasional, sekaligus meningkatkan keunggulan teknologi TNI.
Peran Industri Pertahanan Nasional
Sebagai informasi, Republikorp selama ini berperan sebagai mitra strategis Pemerintah Indonesia dalam mendorong kemandirian industri pertahanan.
Melalui skema perusahaan patungan, perusahaan ini melibatkan produsen dan pemilik teknologi internasional untuk membangun kapabilitas produksi di dalam negeri.
Adapun Barzan Holdings merupakan perusahaan pertahanan asal Qatar yang bertugas menjaga dan mengembangkan kapabilitas pertahanan negaranya, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset, alih pengetahuan, dan pengembangan teknologi pertahanan.
Kerja sama dengan Indonesia ini dinilai menjadi salah satu proyek strategis Barzan di kawasan Asia Tenggara.
(Kompas)
from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/5C6XEcl
via IFTTT


Post a Comment