Indonesia Hampir Mencapai Kesepakatan Pembelian 40 Jet Tempur JF-17 dari Pakistan

13 Januari 2026

Pesawat tempur JF-17 Block III Thunder (photo: Pakdef)

ISLAMABAD/JAKARTA (Reuters) - Menteri Pertahanan Indonesia bertemu dengan Kepala Angkatan Udara Pakistan di Islamabad untuk membahas potensi kesepakatan yang mencakup penjualan jet tempur dan drone tempur ke Jakarta, kata tiga pejabat keamanan yang mengetahui pertemuan tersebut pada hari Senin.

Pembicaraan ini terjadi ketika industri pertahanan Pakistan bergerak maju dengan serangkaian negosiasi pengadaan pertahanan, termasuk kesepakatan dengan Tentara Nasional Libya dan tentara Sudan, dan berupaya untuk memantapkan diri sebagai pemain regional yang cukup besar.

Satu sumber mengatakan pembicaraan tersebut berpusat pada penjualan jet JF-17, pesawat tempur multi-peran yang dikembangkan bersama oleh Pakistan dan China, dan drone yang dirancang untuk pengawasan dan menyerang target. Dua sumber lainnya mengatakan pembicaraan tersebut berada pada tahap lanjut dan melibatkan lebih dari 40 jet JF-17. Salah satu dari mereka mengatakan Indonesia juga tertarik pada drone Shahpar Pakistan.

Sumber-sumber tersebut tidak membagikan diskusi apa pun tentang jadwal pengiriman dan jumlah tahun yang akan dicakup oleh kesepakatan yang diusulkan.

Persenjataan pesawat tempurJF-17 Block III Thunder (photo: Pakdef)

Baik Kementerian Pertahanan Indonesia maupun militer Pakistan mengkonfirmasi pertemuan antara Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan, Marsekal Zaheer Ahmed Baber Sidhu.

"Pertemuan tersebut berfokus pada pembahasan hubungan kerja sama pertahanan secara umum, termasuk dialog strategis, penguatan komunikasi antar lembaga pertahanan, dan peluang kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang dalam jangka panjang," kata juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait kepada Reuters, menambahkan bahwa pembicaraan tersebut belum menghasilkan keputusan konkret.

Militer Pakistan mengkonfirmasi pertemuan tersebut dalam sebuah pernyataan dan juga mengatakan bahwa menteri pertahanan bertemu dengan kepala staf Angkatan Darat, Field Marshal Asim Munir, untuk pembicaraan yang "berfokus pada hal-hal yang saling menguntungkan, dinamika keamanan regional dan global yang berkembang, dan eksplorasi jalan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan bilateral".

Indonesia Mengganti armada angkatan udara yang sudah tua
Satu sumber keamanan tambahan yang mengetahui pembicaraan pengadaan militer mengatakan Pakistan sedang membahas penjualan jet JF-17 Thunder, sistem pertahanan udara, pelatihan untuk pejabat junior, menengah, dan senior angkatan udara Indonesia, serta staf teknik.

Drone UCAV Shahpar III (photo: Quwa)

"Kesepakatan dengan Indonesia sedang dalam proses," kata Marsekal Udara purnawirawan Asim Suleiman, yang tetap mendapat informasi tentang kesepakatan angkatan udara, kepada Reuters, menambahkan bahwa jumlah jet JF-17 yang terlibat mendekati 40 unit.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto berada di Pakistan bulan lalu untuk kunjungan dua hari guna membahas peningkatan hubungan bilateral, termasuk pertahanan.

Indonesia telah memesan sejumlah jet dalam beberapa tahun terakhir, termasuk 42 jet Rafale Prancis senilai $8,1 miliar pada tahun 2022 dan 48 jet tempur KAAN dari Turki tahun lalu untuk memperkuat angkatan udaranya dan mengganti armada angkatan udaranya yang sudah tua.

Jakarta juga mempertimbangkan untuk membeli jet tempur J-10 buatan China dan sedang dalam pembicaraan untuk membeli jet F-15EX buatan AS.



from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/RfOutV4
via IFTTT